Singgasana Surga Dunia


Telah kunanti dari waktu ke waku
Bersandingnya kita bersama sang cinta
Diantara jari yang kau genggam
Ada lusuh jemari yang halal kau miliki

Istriku,
Kini pernikahan telah membuka segala pintu kebahagiaan
Dari lubuk hati, hingga setiap jengkal tubuhku
Adalah milikmu sang makmum cintaku

Milikilah aku semaumu
Dari segala hal yang kau ingin
Dari segala nikmat yang ingin kau reguk
Aku adalah milikmu

Berpasangan kalian telah diciptakan
Dan selamanya kalian akan berpasangan

Bersamalah kalian tatkala Sang Maut merenggut hidup. 
 Ya, bahkan bersama pula kalian, dalam ingatan sunyi Tuhan.

Namun biarkan ada ruang di antara kebersamaan itu. 
 Tempat angin surga menari-nari di antara kalian.

Bercinta kasihlah, namun jangan membelenggu cinta.

Biarkan cinta itu bergerak senantiasa, bagaikan air hidup. 
 Yang lincah mengalir antara pantai kedua jiwa.

Saling isilah gelas minumanmu, tapi jangan minum dari satu gelas. 
 Saling bagilah rotimu, tapi jangan makan dari piring yang sama.

Bernyanyi dan menarilah bersama, dalam segala suka cita.
 Hanya, biarkan masing-masing menghayati ketunggalannya.

Tali rebana masing-masing punya hidup sendiri.
 Walau lagu yang sama sedang menggetarkannya.

Berikan hatimu, namun jangan saling menguasakannya.
 Sebab hanya Tangan Kehidupan yang akan mampu mencakupnya.

Tegaklah berjajar, namun jangan terlampau dekat. Bukankah tiang-tiang candi tidak dibangun terlalu rapat? Dan pohon jati serta pohon cemara tiada tumbuh dalam bayangan masing-masing.

Singgasana Surga Dunia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Nabiel

0 comments:

Post a Comment

Silahkan Sobat berkomentar sebanyak-banyaknya dengan syarat :
1. Berkomentar sesuai dengan tema artikel
2. Jangan berkomentar SARA dan Porno
3. Jangan berkomentar menggunakan LINK AKTIF
Berkomentarlah dengan sopan karena komentar sobat tidak akan di moderasi.